Hanya Informasi

Archive for Desember 2008

jus_wortelWortel mempunyai banyak khasiat bagi kesehatan. Namun, hal penting yang harus diperhatikan adalah pemilihan buah wortel, karena banyak sekali jenis wortel. Pilihlah yang bermutu baik yaitu yang berwarna kuning tua hingga orange, jangan ada bagian yang busuk dan layu. Pilihlah wortel yang renyah, terasa manis, serta tidak banyak mengandung serat, wortel yang masih segar (baru atau sesaat setelah di petik).

Wortel banyak mengandung betakaroten, rata-rata sejumlah 12000 IU per 100 gram buah. Jumlah itu cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh setiap hari yaitu sekitar 15000 – 25000 IU.

Betakaroten merupakan bahan anti oksidan yang dapat digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit kanker dan menunda proses penuaan (terutaman timbulnya keriput pada kulit). Selain itu Betakaroten yang nanti dalam hati diubah menjadi vitamin A, bermanfaat untuk mencegah penyakit rabun senja, mencegah penyakit xerophthalmia (kekeringan pada mata), merangsang pertumbuhan tubuh, memperbaiki kesuburuan, meningkatkan imunitas dan lain-lain.

Di dalam wortel juga mengandung pectin, jenis serat yang larut dalam air. Serat sejenis itu dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan gula darah. Selain itu, wortel juga mengandung serat yang tidak larut air. serat tersebut sangat bermanfaat untuk mencegah terjadinya gangguan fungsi pencernaan seperti sembelit dan kanker usus.

Wortel mentah atau yang dimasak terlebih dahulu merupakan sumber kalium dan vitamin C. kandungan kalium dalam wortel dapat membantu menetralkan asam dalam darah dan vitamin C nya berkhasiat sebagai anti oksidan. Yakni, mencegah timbulnya radikal bebas (sebagai akibat oksidasi dari kolesterol LDL) sebagai salah satu penyebab timbulnya penyakit degeneratif seperti hypertensi, strok dan gagal jantung.

Untuk mendapatkan khasiat yang optimal, wortel sebaiknya di jus. satu atau dua buah wortel ukuran sedang dapat di jus dengan segelas air dan diminum setiap pagi. Jus dapat disiapkan dengan diblender dan segera diminum karena zat aktif penting dalam jus akan hilang dalam waktu 20 menit setelah proses blending. Dengan cara itu, kesehatan kulit akan tetap terjaga. Kulit tampak halus dan tidak mudah terkena jerawat. Untuk lebih memaksimalkan khasiatnya, jus wortel tersebut dapat dikombinasikan dengan beberapa sayuran (mentimun, seledri) atau buah-buahan (apel, tomat).

diabetes-hyperglycemiaInsulin merupakan terapi terakhir untuk penderita diabetes melitus. Terapi ini baru dilakukan bila pankreas tidak bisa lagi memproduksi insulin. Agar terapi insulit tersebut efektif, penderita diabetes harus tahu betul tata cara penyuntikan insulin.

Berikut tip dari dr. Pandji Mulyono SpPD KEMD, ketua pembina Persadia (Persatuan Diabetes Seluruh Indonesia) Cabang RSAL dr Ramelan, Surabaya.

*Bagian tubuh yang kerap dijadikan tempat penyuntikan insulin adalah paha bagian luar, perut (di sekitar tali pusat), dan lengan (bagian luar).

*Selama lima hari, penyuntikan insulin sebaiknya dilakukan di satu tempat. Misal, di paha kiri saja. Jarak antara lokasi pertama dan berikutnya sekitar dua sentimeter dalam bentuk melingkar. Setelah lima hari baru pindah ke organ lain.

*Setelah insulin disuntikan (spet suntik menunjuk angka 0), jarum suntik jangan langsung dicabut. Tunggu sekitar 10 detik. Setelah itu, baru boleh dicabut.

*Kadar dan jumlah penyuntikan insulin harus sesuai dengan ketentuan dokter. (Jawapos 23/12/08)

batukSembuh Batuk Pilek, Eh Kena Lagi! Kemungkinan penyebab batuk pilek ada dua kalau tidak infeksi ya alergi.

BATUK pilek merupakan salah satu penyakit “langganan” si kecil. Baru saja kemarin sembuh, eh sebulan kemudian terjangkit lagi. Tak perlu khawatir berlebihan, anak balita yang terpapar batuk pilek 6 sampai 8 kali per tahun atau 2 bulan sekali masih dianggap wajar. Yang tidak normal kalau sudah satu bulan sekali apalagi kalau 1 bulan 2 kali. Frekuensi batuk pilek umumnya akan menurun sendiri seiring bertambahnya usia anak dan semakin baik sistem pertahanan tubuhnya. Tentu ini dengan catatan, bila asupan gizinya baik, waktu istirahatnya cukup dan anak tidak melakukan aktivitas berlebihan serta daya tahan tubuhnya makin kuat.

Batuk-pilek sendiri merupakan gejala di saluran napas (respiratorik), terutama saluran napas bagian atas. Secara garis besar penyebabnya ada dua, yakni infeksi dan alergi.

BATUK PILEK INFEKSI
* Penyebab: si kecil diserang jasad renik, seperti kuman, mikroba atau virus. Namun penyebab terbesar adalah virus.
* Ciri khas: demam dan tubuh pegal-pegal/ngilu (balita biasanya tidak dapat mengungkapkan gejala yang disebut terakhir).
* Rentang waktu kesembuhan: 2-3 hari dengan catatan anak diberi asupan gizi yang mencukupi, istirahat yang baik dan melakukan semi bedrest (tidak sekolah dulu, tidak main- dulu/aktivitas dibatasi).
* Pengobatan: sebenarnya bisa sembuh dengan sendirinya. Maka itu pengobatan terbaik adalah dengan cara banyak istirahat dan minum banyak serta tentu saja dengan meningkatkan daya tahan tubuh si kecil. Dr. Darmawan Budi Setyanto, Sp.A., dari Pusat Asma Anak, RSCM-FKUI menegaskan, pengobatan tebaik batuk pilek adalah dengan “mengusir” akar penyebabnya bukan gejalanya.

Jadi kalau si kecil terkena radang tenggorokan maka yang harus disembuhkanya radangnya bukan gejala-gejala yang mengikutinya, seperti batuk berdahak, pilek dan lainnya. Berkaitan dengan itu, Dr. Darmawan kurang menyetujui pemberian obat-obatan semacam pereda batuk (antitusif) atau obat pereda flu. “Itu sama saja dengan mengusir ‘dewa penolong’. Jangan lupa batuk-pilek sebenarnya adalah mekanisme tubuh untuk mengeluarkan penyakit dan mengamankan saluran pernapasan. Jadi batuk pilek itu adalah ‘kawan baik’ manusia. Bayangkan kalau tidak ada batuk pilek justru kita akan ‘tenggelam’ dalam lendir sendiri. Karena itu, cara pengobatan yang terbalik (hanya mengobati gejala dan bukan penyebabnya) adalah tidak efektif. Yang benar adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh anak sehingga mampu mengusir kuman, bakteri, virus yang masuk ke dalam tubuh!”

BATUK PILEK ALERGI :
Bila batuk pilek si kecil berkelanjutandalam artian lebih dari 3 hari belumpilek juga sembuhkemungkinan besar batuk-pileknya disebabkan alergi.
– Penyebab: reaksi berlebihan pada saluran napas (hidung/tenggorokan) terhadap suatu pencetus (lihat boks).

WARNA INGUS
Ternyata warna ingus dan dahak memiliki arti tersendiri, yakni:
* Putih atau bening: menunjukkan sebagai awal terjadinya atau terpaparnya penyakit
* Keruh kekuning kuningan: sudah ada “pertempuran” antara antibodi dan penyakit.
* Hijau: tanda batukpilek akan sembuh. Warna hijau menunjukkan di dalam ingus/dahak terdapat bakteri, mikroba, virus yang mati.

TAK PERLU ANTIBIOTIK
Batuk pilek yang berlangsung lama terkadang membuat khawatir orang tua (terlebih yang belum memahami bahwa kebanyakan pencetusnya adalah alergi). Mereka pun akhirnya melakukan doctor shopping (gonta-ganti dokter). Toh, itu terkadang bukan solusi terbaik. Apalagi bila dokter yang dikunjungi malah meresepkan antibiotik. Seperti dikatakan Darmawan “Apa yang terjadi di atas adalah sindrom teh botol. Iklan teh botol kan bunyinya, apa pun makannya, minumnya teh botol. Begitu juga dengan contoh di atas, apa pun penyakitnya, obatnya adalah antibiotik.” Padahal untuk mengobati batuk-pilek, tidak perlu sampai gonta-ganti dokter apalagi sampai mengonsumsi antibiotika. Obatnya mudah kok, yakni sekali lagi meningkatkan daya tahan tubuh anak dengan cara memberinya asupan yang bergizi, perbanyak minum dan istirahat yang cukup serta tentu hindari pencetus.

ANEKA PENCETUS ALERGI
Menurut Darmawan, faktor pencetus alergi terbagi tiga, yaitu lingkungan, makanan, dan hal lainnya. Berikut beberapa contohnya:
* Lingkungan.
1. Debu rumah dan tungau. Biasa terdapat pada karpet bulu, boneka bulu, gorden, tumpukan koran/majalah/buku.
2. Kapuk pada kasur, bantal, guling, boneka.
3. Asap, bisa karena asap rokok, asap dari dapur, obat nyamuk, sampah, dan kendaraan bermotor.
4. Rontokan bulu binatang.
5. Renovasi rumah; debu bangunan, semen, hingga bahan kimia lainnya, seperti pada cat.

* Makanan.
1. Makanan/minuman dingin.
2. Permen dengan segala variasinya.
3. Cokelat dan segala olahannya
4. Aneka bahan penyedap rasa buatan.
5. Gorengan.
6. Kacang dengan segala olahannya.

* Hal-hal lain:
1. Infeksi respiratorik akut; flu/batuk-pilek-demam.
2. Kelelahan atau stres baik fisik maupun psikis.
3. Aktivitas fisik berlebihan seperti berlarian, teriak-teriak, menangis, tertawa berlebihan.
4. Perubahan musim atau pancaroba.

CIRI ALERGI
* Ciri khas batuk-pilek alergi: batuk “membandel”/susah sembuh, timbul berulang dalam rentang waktu yang pendek.
* Rentang waktu penyembuhan: lebih dari dua minggu.
* Pengobatan: hindari pencetusnya sebisa mungkin maka anak akan sembuh dengan sendirinya. Bahkan bila berhasil menghindarinya 100% batuk-pilek si kecil tidak akan kambuh lagi.
* Catatan: Bisa saja pada awalnya anak terkena batuk pilek yang disebabkan infeksi (ada virus/bakteri/jasad renik lain yang masuk ke dalam tubuhnya), namun bila dalam 3 hari tidak sembuh maka sumber utamanya adalah alergi.

WASPADAI ASMA
Untuk lebih meyakinkan apakah benar si kecil memiliki bakat alergi, lakukan investigasi sederhana yakni dengan merunut siapa dari kedua keluarga kita yang memiliki riwayat alergi. Ini berarti termasuk melihat riwayat kesehatan paman, bibi, hingga kakek-nenek. “Jika ada, kemungkinan anak kita memang benar mempunyai alergi dan itu berarti berisiko besar sebagai pengidap asma,” kata Darmawan.

Ciri-ciri anak pengidap asma adalah: sesak napas/ mengeluarkan bunyi mengi, batuk malam hari yang mengganggu tidur padahal siangnya “normal”, kadang batuk disertai muntah (terutama pada anak balita), terjadi batuk pasca beraktivitas yang melelahkan serta gejala bisa membaik tanpa atau dengan obat. Gejala-gejala ini sering disalahartikan sebagai vlek paru karena foto rontgen kerap menunjukkan gambaran vlek pada paru-parunya. Padahal, jelas Darmawan, hasil foto rontgen tidak bisa dipercaya 100%. “TBC pada anak hanya bisa dibuktikan dengan tes Mantoux. Batuk yang sering dan lama pada anak tidak bisa disamakan dengan orang dewasa. Pada orang dewasa, batuk lama bisa jadi TBC. Tapi pada anak-anak, kemungkinan besar adalah alergi alias batuk asma.”
Satu-satunya penanganan asma yang efektif adalah dengan mengendalikannya. Jangan lupa, asma merupakan penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Kalaupun ada obat hanya sebatas sebagai pereda dan pengendali. Lantaran itu, penderita asma mesti melakukan pola hidup yang benar, Kembali pada makan makanan yang sehat, minum cukup, olahraga teratur, dan hindari pencetus.

Sumber Penulis : Gazali Solahuddin

angkakUNTUK menurunkan kadar kolesterol yang kadang melambung ternyata tak harus selalu minum obat yang diresepkan dokter. Dengan hanya melakukan suplementasi dan kombinasi gaya hidup sehat, kolesterol ternyata dapat diatasi secara efektif, bahkan sebaik obat penurun kolesterol.

Sebuah penelitian terbaru di AS belum lama ini menunjukkan, diet beras merah cina (angkak) plus suplementasi minyak ikan yang diimbangi program konseling, olahraga, dan relaksasi ternyata mampu menurunkan kadar kolesterol buruk (low density lipoprotein/LDL). Model diet ini juga lebih efektif dalam menurunkan berat badan.

Menurut Dr David J Becker, ilmuwan dari University of Pennsylvania Health System’s Chestnut Hill Hospital, partisipan pengidap kolesterol tinggi yang menjalani program diet nasi angkak dan minyak ikan berhasil menurunkan kadar kolesterol LDL 40 persen. Penurunan ini sama halnya dengan pasien yang meminum obat simvastatin 40 milligram setiap hari.

Tak hanya itu saja, partisipan yang menjalani diet angkak dan minyak ikan mencatat rata-rata penurunan hingga 10 pon atau hampir 5 kilogram selama 12 pekan.  Sedangkan, mereka yang meminum statin hanya mengalami pengurangan berat badan kurang dari satu pon.

Sebelum menggagas riset ini, Becker melibatkan para pasein yang berisiko sakit jantung untuk mengikuti program gaya hidup sehat selama 13 tahun. “Orang memiliki keinginan sama untuk menggunakan statin, dan ketika mereka melakukannya kadar kolesterol yang turun mungkin hanya sekitar 5 persen,” ungkap Becker seperti  dikutip Reuters Health.

Lalu, ia memutuskan untuk melakukan penelitian setelah melihat banyak pasien yang sukses dalam menurunkan kolesterol berkat konsumsi nasi merah dan minyak ikan

Dengan izin dari negara bagian Pennsylvania, Becker dan timnya memilih secara acak 74 pasien untuk dilibatkan dalam risetnya. Partisipan dibagi dua kelompok, yakni mereka yang mendapat pengobatan simvastatin (Zocor) 40 miligram setiap hari bersama informasi tercetak tentang perubahan gaya hidup dan kelompok yang diberi tiga kapsul minyak ikan plus 600 miligram nasi merah setiap hari bersama program konseling selama 12 minggu.

Kolesterol LDL tercatat menurun hingga 42,4 persen pada …lebih lanjut…


Visiter

Counter Powered by  RedCounter
 

Blog Stats

  • 77,116 hits

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 2 pengikut lainnya

Directori

TopOfBlogs Literature Blogs KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia Directory of General Blogs Literature Blogs - Blog Top Sites

Top Clicks

  • Tidak ada

Traffic Feed

Twitter Terbaru